Kisah Pilu Ibu Junariyah: Ditengah Keadaan Sakit Harus rela Melihat Anaknya Putus Sekolah

0

INISIATORNEWS, BANDAR LAMPUNG – Kisah pilu dialami seorang ibu muda Junariyah (28) beralamat pada RT 10 LK 2, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian yang telah ditinggal suaminya meninggal dunia hingga terpaksa mengurus ketiga orang anaknya dengan keadaan sakit.

Setelah ditinggal oleh suaminya pada tahun lalu, Ia mengalami cobaan yang berat ketika mengalami penyakit yang menyebabkan tidak bisa berjalan maupun melakukan aktivitas seperti biasanya, ditambah lagi Ia harus mengurus 3 orang anak lelaki yang pertama umur 13, kedua 10, dan terakhir 4 tahun.

Junariyah mengalami sakit lambung kronis yang menyebabkan lumpuh sementara pada bagian tubuh bawahnya, Ia telah merasakan sakit sejak 6 bulan kebelakang. Namun setelah melakukan pengobatan secara gratis pada RSUD dr. Dadi Tjokrodipo selama ini. Alhamdulillah mengalami perubahan yang cukup signifikan, sebelumnya ia sangat sulit untuk berdiri namun kini sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit.

Kisah pilunya berlanjut ketika anaknya yang pertama harus putus sekolah meski sudah diterima melalui program Bina Lingkungan (Biling) Walikota dikarenakan biaya untuk uang saku tidak dapat dipenuhi, Junariyah bercerita bahwa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sangat berat dipenuhi

“Butuh biaya mas untuk uang saku anak saya setiap harinya, apalagi untuk transportasi kami tidak ada, bingung mas harus bagaimana, saya tidak tega mas melihat anak saya putus sekolah ditengah keinginan nya untuk menempuh pendidikan” tuturnya ke awak media inisiatornews Senin (15/7/2024).

Junariyah tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi permasalahan yang menimpanya, hingga kini Ia hanya bergantung dengan orang tuanya yang bekerja sebagai tukang rongsok barang bekas, yang memiliki penghasilan tidak menentu.

Ia sangat bersyukur adanya kepedulian dari masyarakat sekitar kepada keluarganya dengan memberikan bantuan.

“Terkadang masyarakat sekitar melalui lembaga sosial memberikan kami bantuan mas, berupa beras maupun berbentuk uang, walaupun tidak banyak namun Alhamdulillah ada, dan kami juga mendapatkan bansos beras dari Bapanas selama 6 bulan ini” imbuhnya sambil menahan air mata

Ibu Junariyah sangat ingin mendapatkan penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan sekolah anaknya dengan membuka warung atau hal yang bisa Ia kerjakan dikala sedang proses pemulihan.

Kisah ibu Junariyah mencerminkan bahwa masih ada orang disekitar kita yang membutuhkan uluran tangan para pihak yang memiliki kemampuan lebih. (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *