Skema Pembayaran PDAM Tirta Jasa Perlu Diusut APH
INISIATORNEWS, LAMPUNGSELATAN – Skema pembayaran layanan air PDAM Tirta Jasa di Perumahan Permata Asri membingungkan. Warga mengaku harus membayar iuran bulanan dengan nominal yang relatif seragam, sementara sebagian pelanggan disebut tidak memiliki ID pelanggan maupun meteran air.
Kepala Dusun Permata Asri, Ganda, mengatakan skema pembayaran yang berlaku di wilayahnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp55 ribu setiap bulan.
“Skema pembayaran disini hanya bulanan 50 hingga 55 ribu dan itu seragam membayar segitu, ada yang memiliki id dan ada juga tidak memiliki id,” kata Ganda.Selasa,(22/9/26)
Ia menyebut, sejumlah warga melakukan pembayaran menggunakan kwitansi lantaran tidak memiliki ID pelanggan maupun meteran. Kondisi tersebut juga diakuinya menimbulkan tanda tanya terkait mekanisme pemasangan dan pencatatan pelanggan.
“Informasi yang saya dapatkan juga warga membayar melalui kwitansi karna mereka tidak ada id dan meteran, dan dicek memang hanya terpasang selang tidak ada meterannya airnya tidak ada, dan itu saya tidak tau petugas proses pemasangan seperti itu, saya bingung apakah diperbolehkan atau tidak seperti itu,” tambahnya.
Menurut Ganda, kondisi tersebut bukan hanya terjadi pada satu atau dua rumah. Ia menyebut masih banyak warga di Perumahan Permata Asri yang belum memiliki meteran maupun ID pelanggan.
“Memang rata-rata diperumahan kami banyak yang juga tidak terpasang meterannya, jadi itu ilegal yah bisa dikatakan yah,” ujar Ganda Kepala Dusun Permata Asri.
Sam, warga Permata Asri, mengaku tetap membayar iuran setiap bulan meski aliran air disebut hanya tersedia sekitar tiga hari sekali.
“Saya bayar tiap bulan mas, 3 hari paling satu kali hidupnya, itupun hanya 1jam kurang lebih hidupnya, dan pembayarannya semua rumah sama harganya tapi ritribusi airnya tidak menentu kadang dapat kadangpun sedikit debit airnya,” ujar Sam.
Sementara itu, warga lainnya, Defri, mengaku kebingungan dengan sistem pembayaran karena rumahnya tidak memiliki meteran maupun ID pelanggan. Ia mengatakan pembayaran dilakukan menggunakan kwitansi.
“Saya bingung mas,dirumah kami tidak ada meteran dan id pelanggan jadi saya bayar pake kwitansi saja, sudah pemasangan baru waktu itu hampir 3 juta,” pungkasnya Defri salah satu warga Permata Asri.(Yan)
