Seorang Pekerja Pemasangan Tiang Lampu PJU di Wayharong Dikabarkan Meninggal Dipastikan Masih Hidup
INISIATORNEWS, PESAWARAN – Seorang pekerja pemasangan tiang lampu jalan PJU, di lokasi Desa Wayharong, kecamatan Waylima, kabupaten Pesawaran, yang disebut meninggal dunia dalam sebuah insiden di lapangan beberapa waktu lalu. Faktanya, korban dipastikan masih hidup dan dalam kondisi stabil.
Kejadian tersebut sampai mengundang Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten pesawaran mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP),
Fahdi Perwakilan dari pihak perusahaan menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, korban tidak kehilangan kesadaran sepenuhnya. Korban hanya mengalami kondisi lemas sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim di lokasi.
“Korban masih sadar, hanya terlihat lemas. Saat dievakuasi turun, bahkan sempat meminta minum dan kami berikan. Ia juga sempat menolak saat akan dibawa ke rumah sakit, namun tetap kami lakukan penanganan sesuai prosedur,” jelas perwakilan perusahaan,di ruang sidang ketua DPRD kabupaten pesawaran Selasa (5/5).
Dalam proses evakuasi, korban masih mampu berkomunikasi dengan baik. Ia bahkan sempat berjalan sendiri menuju kendaraan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban meninggal dunia adalah tidak benar. Kondisi korban hingga saat ini dilaporkan sama seperti sebelum kejadian, tanpa adanya cedera serius.
Diduga, korban mengalami syok akibat situasi di lokasi kerja. Kondisi tersebut dinilai wajar mengingat tekanan atau kejadian mendadak dapat memicu reaksi tubuh seperti lemas atau hampir pingsan.
Korban diketahui bernama Sarsidin, warga Ambarawa, yang di lingkungan kerja lebih dikenal dengan nama lapangan “Tarzan”.
Ke depan, pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa.
Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait seperti PLN dan Dinas Perhubungan, akan diperkuat, khususnya terkait perizinan dan sistem pengamanan di lapangan.
“Kami akan memaksimalkan langkah-langkah keselamatan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutupnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (Ron)
