Rs Advent Respon Keluhan Masyarakat Mengenai Hasil MCU

0
IMG-20250326-WA0033
Bagikan :

INISIATORNEWS, Bandar Lampung – Rumah Sakit Advent Kota Bandar Lampung berikan klarifikasi terkait hasil Medical Check Up (MCU) seorang calon karyawan PT.

Sebelumnya diketahui, remaja asal Taman Cari, Purbolinggo, B (25) melamar pekerjaan disebuah perusahaan di provinsi Lampung, salah satu syarat bagi pelamar yakni melakukan MCU di RS Advent yang ditunjukan oleh perusahaan tersebut.

Pada tanggal 13 Januari 2025, B melakukan MCU di Rumah Sakit Advent, betapa terkejutnya ia melihat hasil MCU itu dinyatakan suspek TB Aktif. Tak puas dengan hasil itu ia kembali melakukan MCU di Tiga tempat kesehatan yang berbeda yakni Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Puskesmas, dan Dokter Praktek Ahli Paru, ketiga tempat tersebut menyatakan negatif TB Paru.

Saat dikonfirmasi ke pihak RS Advent terkait perbedaan hasil MCU itu, Kasubag Humas, Hodner mengatakan bahwa hasil MCU calon karyawan tersebut adalah Suspek TB Aktif, artinya masih dalam dugaan, sehingga pihak RS Advent pun memberikan hasil MCU itu ke pihak perusahaan dengan rekomendasi agar calon karyawan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Paru dan Perawatan Gigi.

“Didalam hasil MCU itu tertulis Suspek TB Aktif, artinya dugaan, bukan positif, tapi masih dugaan, dengan hasil pemeriksaan ronsen dan lain-lain, yang dilakukan oleh dokter ahli, menyatakan bahwa yang bersangkutan Suspek TBU Aktif. Atas dasar itu kami merekomendasikan ke pihak perusahaan agar calon karyawan ini melakukan konsultasi dengan dokter spesialis paru dan Perawatan Gigi, itu sudah kami sampaikan ke pihak perusahaan,” jelas Hodner, Rabu (26/3/2025).

Hodner menambahkan, hasil MCU Suspek TB Aktif itu merupakan pertimbangan dokter ahli setelah melakukan pemeriksaan, namun ia tidak mengetahui pertimbangan seperti apa yang dilakukan dokter ahli itu.

“Pasti dokter yang memeriksa calon karyawan ini punya pertimbangan, mengapa hasilnya MCU nya Suspek TB Aktif, dari hasil ronsen itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hodner mengatakan pihaknya memberikan rekomendasi untuk konsultasi ke dokter spesialis paru itu sebagai bentuk second opini, yang lazim dilakukan jika ada keraguan dalam mendiagnosa pasien.

“Didunia medis, ada namanya second opini, misalnya ada pasien yang harus ditindaklanjuti, maka ada dua dokter yang harus memberikan pandangan, itu namanya second opini, itu lazim dilakukan,” tuturnya.

Hodner mengatakan, RS Advent merupakan satu-satunya Rumah Sakit di Lampung yang bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, ia mengaku pihaknya tidak mungkin bisa memalsukan hasil MCU/Pemeriksaan.

“Rumah sakit Advent ini merupakan satu-satunya rumah sakit di Lampung yang bekerjasama dengan Kemenaker, jadi setiap perusahaan yang mau melakukan MCU atau pemeriksaan terhadap karyawan atau calon karyawannya ya dilakukan disini, jadi kami tidak mungkin main-main atau melakukan pemalsuan hasil pemeriksaan,” tandasnya. (Dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *