Jelang Idul Adha, Pemkot Bandarlampung Terima 500 Dosis Vaksin PMK

0
IMG-20260512-WA0065
Bagikan :

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung menerima 500 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung.

Hal itu meruapakan langkah antisipasi menghadapi meningkatnya mobilitas hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 2026. Bantuan vaksin tersebut langsung dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung untuk menggencarkan vaksinasi guna mencegah penyebaran PMK di wilayah setempat.

“Vaksinasi PMK terus dilakukan dan diprioritaskan pada wilayah yang memiliki potensi ternak cukup tinggi,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie

Kemudian. Hingga 30 April 2026, total vaksin PMK yang telah diberikan mencapai 410 dosis. Rinciannya yakni Kecamatan Tanjung Senang sebanyak 120 dosis, Way Halim 90 dosis, Sukabumi 80 dosis, Sukarame 50 dosis, Rajabasa 40 dosis, dan Kemiling 30 dosis.

Sementara sisa vaksin yang masih tersedia akan terus diberikan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.

Dedeh memastikan, sampai saat ini belum ditemukan kasus suspect PMK pada hewan ternak di Bandar Lampung, baik sapi, kambing maupun domba.

“Untuk Bandar Lampung, sampai saat ini belum ditemukan suspect PMK pada hewan ternak,” ujarnya.

Selain vaksinasi, Dinas Pertanian juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha. Pemeriksaan ante mortem dan post mortem dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 30 Mei 2026 di sejumlah kecamatan dan lokasi pemotongan hewan kurban.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih.

Dalam upaya pencegahan PMK, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung juga melakukan berbagai langkah lain, di antaranya sosialisasi dan edukasi kepada peternak agar mengenali gejala PMK sejak dini serta segera melapor kepada petugas apabila ditemukan indikasi penyakit.

Selain itu, pengawasan terhadap daging kurban juga diperketat dengan memastikan daging berasal dari tempat pemotongan yang diawasi dan memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.

Dinas Pertanian juga mengimbau masyarakat untuk memasak daging hingga matang serta meminta para pelaku usaha dan belantik hanya memperjualbelikan ternak yang sehat.

Tak hanya itu, petugas juga terus melakukan identifikasi sentra ternak untuk mempercepat vaksinasi PMK dan aktif merespons laporan masyarakat melalui sistem iSIKHNAS apabila ditemukan gejala penyakit pada hewan ternak. (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *