Gudang Penyimpanan Pakan Ternak dan Kandang Kambing di Way Laga Dilalap Si Jago Merah
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Kobaran api menghanguskan gudang penyimpanan pakan ternak sekaligus kandang kambing di Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026) dini hari. Sebanyak 15 ekor kambing turut terdampak dalam peristiwa tersebut.
Perlu diketahui Kebakaran tersebut dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung sekitar pukul 01.29 WIB.
Dalam hal itu Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah unit pemadam kebakaran untuk menangani kobaran api di lokasi.
Sebanyak 8 unit kendaraan dan 35 personel dikerahkan dalam proses pemadaman. Armada tersebut berasal dari sejumlah pos siaga dan Mako Tandean.
“Proses pemadaman selesai pada pukul 04.22 WIB,” ujar Anthoni, Kamis (3/9/2026).
Gudang yang terbakar memiliki luas sekitar 10 x 10 meter.
Selain bangunan gudang, sejumlah barang dan hewan ternak di dalamnya turut terdampak kebakaran.
Adapun yang terbakar meliputi pakan ternak, 15 ekor kambing, kulit kopi, serta karung plastik.
Berdasarkan keterangan warga setempat bernama Subandi, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada colokan lampu di dalam gudang.
Percikan api kemudian diduga mengenai material yang mudah terbakar hingga api dengan cepat membesar dan melalap bangunan tersebut.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwajib.
“Menurut keterangan warga setempat, penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik pada colokan lampu dalam gudang. Namun, penyelidikan lebih lanjut akan ditangani pihak yang berwajib,” ujar Anthoni.
Gudang tersebut diketahui milik Surip (50), seorang wirausaha. Sementara laporan kebakaran disampaikan oleh warga bernama Pani.
Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas menghabiskan tujuh tangki air hingga api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp65 juta, berdasarkan keterangan pamong setempat. (Septi)