Eva Dwiana Ajak Seluruh Organisasi Masyarakat Berkolaborasi Bangun Bandar Lampung
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Di hadapan pengurus Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Kota Bandar Lampung, Wali Kota Eva Dwiana mengajak seluruh organisasi masyarakat ikut terlibat membangun Bandar Lampung, sembari menegaskan penanganan banjir dan pembangunan drainase menjadi prioritas kolaborasi pemerintah.
Dalam kegiatan Pelantikan Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM), Walikota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan sinergi seluruh organisasi menjadi salah satu kunci mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota yang maju, baik dalam bidang pembangunan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Mari kita sama-sama berkolaborasi. Harapan kita, semua organisasi yang ada di Kota Bandar Lampung, kita bersama membangun Kota Bandar Lampung dan juga kita jadikan Kota Bandar Lampung yang terbaik, khususnya untuk keagamaan, kemasyarakatan, sosial, budaya, dan juga pembangunan di Kota Bandar Lampung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Eva juga menyampaikan harapannya kepada perwakilan Ombudsman RI asal Lampung, Fikri, agar dapat mengemban amanah sebagai Ketua Ombudsman RI.
Ia menilai kehadiran tokoh asal Lampung di tingkat nasional akan membawa dampak positif bagi daerah.
“Kita sangat berdoa mudah-mudahan Pak Fikri insya Allah bisa menjadi Ketua Ombudsman Pusat, mewakili Lampung dan Provinsi Lampung. Harapan kami bisa mengangkat nama baik Provinsi Lampung,” katanya.
Selain itu, Eva berharap dukungan dari anggota DPR RI daerah pemilihan Lampung, Edy Irawan Arief atau Mas Edy Agus, dalam mendorong pembangunan Kota Bandar Lampung melalui masukan maupun sinergi dengan pemerintah daerah.
Pada kesempatan tersebut, Eva juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung terus membangun kolaborasi dengan DPRD Kota Bandar Lampung dalam merealisasikan berbagai program pembangunan, terutama penanganan infrastruktur dan drainase.
Menurutnya, pembangunan drainase menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.
“Pemerintah Kota Bandar Lampung sedang berkolaborasi dengan DPRD Kota Bandar Lampung. Apa yang kami lakukan selalu berkolaborasi. Harapan kita ke depan, pembangunan terutama drainase dapat terealisasi dengan baik,” ujarnya.
Eva mengakui persoalan sungai dan banjir masih menjadi tantangan di Kota Bandar Lampung.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memberikan saran dan masukan yang konstruktif demi percepatan penanganan persoalan tersebut.
“Kota Bandar Lampung adalah ibu kota provinsi. Kalau kita sama-sama membangun Kota Bandar Lampung ini, insya Allah dari semua sisi akan menjadi yang terbaik,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Bandar Lampung terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari DPRD, KPU, Bawaslu, hingga Ombudsman RI dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Menurut Eva, Bandar Lampung tidak hanya ditargetkan menjadi kota terbaik di Sumatera, tetapi juga mampu sejajar dengan kota-kota maju di Pulau Jawa.
“Harapan kita, pembangunan dan segala sesuatunya yang terbaik seperti yang ada di Pulau Jawa sana,” ujarnya.
Terkait penanganan banjir, Eva menjelaskan Pemkot Bandar Lampung saat ini memprioritaskan normalisasi dan perbaikan sungai di berbagai titik.
Ia berharap Ombudsman dapat membantu menyampaikan aspirasi pemerintah daerah kepada pemerintah pusat agar dukungan terhadap program penanganan banjir semakin optimal.
“Bunda Eva atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung memohon doa supaya pembangunan sungai-sungai yang ada di Kota Bandar Lampung dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan kolaborasi dengan pemerintah pusat bisa mempercepat penanganannya,” kata Eva.
Menurutnya, kondisi geografis Bandar Lampung membuat kota tersebut kerap menerima limpahan air ketika hujan deras mengguyur wilayah Pesawaran maupun Lampung Selatan.
Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung tetap bertanggung jawab menangani dampak yang ditimbulkan di wilayahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Eva mengungkapkan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk membangun embung sebagai pengendali banjir.
Ia berharap pembangunan embung tersebut dapat terealisasi pada 2026 hingga 2027 sehingga persoalan banjir di Kota Bandar Lampung dapat berkurang secara signifikan.
“Kita sudah berkolaborasi dengan Pesawaran dan Lampung Selatan. Insya Allah nanti ada embung di Lampung Selatan dan Pesawaran. Mohon doanya mudah-mudahan 2026–2027 bisa terealisasi sehingga ke depan Kota Bandar Lampung tidak ada lagi banjir,” tutup Eva. (Septi)