DPRD Dorong Pembuatan Biopori untuk Antisipasi Banjir di Bandar Lampung
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mendukung rencana Pemerintah Provinsi Lampung yang akan membuat 1.000 lubang biopori di Bandar Lampung pada tahun 2026 sebagai upaya mengurangi risiko banjir.
Menurutnya, program biopori merupakan langkah baik untuk membantu penyerapan air hujan dan mengurangi genangan. Namun, ia menegaskan penanganan banjir harus dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan instansi terkait agar berjalan lebih efektif.
Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung idealnya membutuhkan 20.000 hingga 50.000 lubang biopori untuk mengurangi risiko banjir secara signifikan.
Agus juga mengusulkan agar percepatan program tersebut dapat didukung melalui dana Biaya Tidak Terduga (BTT), mengingat banjir termasuk kondisi darurat yang perlu penanganan cepat.
Selain itu, DPRD dan Pemerintah Kota Bandar Lampung juga telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan master plan drainase sebagai langkah penanganan banjir jangka panjang di kota tersebut.
