Dinas Koperasi dan UKM Bandarlampung Perkuat Kemampuan Pengurus dalam Pengelolaan Usaha

0
IMG-20251020-WA0045
Bagikan :

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung akan menggelar program pelatihan pengelolaan usaha.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana mengatakan pihaknya aka menggelar program pelatihan pengelolaan usaha.

Lebih lanjut ia menyebut pihaknya akan melakukan pendampingan langsung ditingkat kecamatan.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kemampuan pengurus dalam mengelola usaha, menyusun laporan keuangan, hingga memahami prinsip-prinsip dasar koperasi yang sehat.

“Rencananya akhir tahun ini pelatihan sudah dimulai. Kita juga akan turun langsung ke setiap kecamatan untuk memberikan pendampingan tentang pengelolaan SDM Koperasi Merah Putih,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

“Harapannya, koperasi di setiap kelurahan bisa benar-benar hidup dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” sambungnya.

Ia menjelaskan, koperasi yang berjalan dengan baik akan menjadi pendorong ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Ia mengatakan melalui koperasi, warga dapat saling membantu dalam memenuhi kebutuhan, memperoleh pinjaman usaha, hingga memasarkan produk lokal yang dihasilkan oleh anggota.

“Koperasi Merah Putih ini kita dorong supaya bisa menjadi wadah ekonomi bersama bagi masyarakat di kelurahan,” ujarnya.

“Kalau koperasi maju, otomatis ekonomi masyarakat di sekitarnya juga ikut tumbuh,” sambungnya.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Bandar Lampung mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Program ini dinilai mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi bersama di tingkat kelurahan,” ucapnya.

Ia menyebut saat ini terdapat 126 Koperasi Merah Putih yang dibentuk sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Bandar Lampung.

Pembentukan koperasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi berbasis komunitas.

“Dari jumlah tersebut, baru 14 koperasi yang sudah memiliki gerai atau tempat usaha tetap,” ujarnya.

“Sisanya sebagian sudah berjalan dalam bentuk kegiatan simpan pinjam, dan ada juga yang masih dalam proses pembentukan karena koperasi ini memang baru berjalan,” sambungnya.

Beberapa koperasi yang telah memiliki gerai aktif tersebar di Kota Karang, Jagabaya II, Sukarame, dan beberapa wilayah lainnya.

“Jenis usaha yang dijalankan juga beragam, mulai dari penjualan sembako, kegiatan simpan pinjam, penyaluran LPG, hingga jasa ekspedisi,” tukasnya. (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *