BNNP Buru Pemasok Narkoba Hotel Grand Mercure 10 Pemakai Narkoba Rawat Jalan

0

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Dalam Konferensi Pers yang digelar Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) bersama BNNP Lampung di Bandar Lampung, Kamis (04/09/2025), Plt. Kepala BNNP Lampung, Kombes Pol Karyoto, menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan 11 orang pemakai Narkotika di Room Karaoke Astronot Hotel Grand Mercure pada Kamis 29 Agustus 2025 lalu dan telah dilakukan Rehabilitasi Jalan selama 2 bulan kedepan.

“Kita telah mengamankan 11 berikut 7 butir pil ekstasi dan dari hasil tes 10 dinyatakan positif lalu dilakukan assesment bersama pihak kejaksaan, dokter serta penyidik polda lampung, diputuskan untuk direhabilitasi dengan wajib lapor,” ujar Kombes Karyoto.

Kombes Karyoto juga mengatakan jika pemasok Narkotika yang dinyatakan buron, masih tetap dilakukan pengejaran.

Diketahui nama Robert, sosok yang cukup dikenal di dunia hiburan kawasan Yos Sudarso, selaku penyuplai ke sejumlah pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung saat pesta di Astronom Karaoke, Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung masih diburu pihak BNNP.

Dalam konferensi pers yang digelar bersama Granat, Plt. Kepala BNNP Lampung, Kombes Pol Karyoto, menjelaskan keberadaan barang bukti 7 pil ekstasi yang didapat, berada dalam tas yang tertinggal di meja.

“Pil ekstasi itu diletakkan di dalam tas terbuka di atas meja karaoke room, sehingga siapa saja bebas mengambil. Saat kami gerebek, hanya ditemukan tujuh butir ekstasi sebagai barang bukti, sementara hasil tes urine menunjukkan 10 orang positif amfetamin dan satu orang negatif,” ungkap Karyoto.

Hasil pemeriksaan menunjukkan pil ekstasi yang dipasok Robert diduga mencapai 20 butir dan sebagian besar sudah dikonsumsi sebelum petugas tiba.

“Barang bukti yang tersisa tidak banyak, sebagian sudah dipakai. Mereka termasuk kategori pemakai. Saat dilakukan asesmen terpadu, diputuskan untuk direhabilitasi dengan wajib lapor,” terangnya.

Saat ditanya terkait keterlibatan pihak Hotel karena wilayah tersebut memiliki aturan pengamanan ketat, Kombes ini mengatakan jika hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya keterkaitan pihak hotel.

“Semua kemungkinan sudah kami selusuri baik dari keterangan, handpone dan lainnya tidak mengarah adanya keterlibatan pihak hotel,” jelas Kombes Karyoto. (*/pian).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *