Pemkot Bandarlampung Selidiki Insiden Tewasnya Bocah di Kolam Renang Swiss-Belhotel
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengekspresikan duka cita mendalam sekaligus menyoroti kelalaian standar keselamatan setelah insiden tragis yang menewaskan seorang bocah akibat tenggelam di kolam renang Swiss-Belhotel Bandar Lampung pada Jumat (1/5/2026).
Hal itu disampaian Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mewakili Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Sebagai bentuk empati dan langkah koordinasi Pemerintah Kota Bandar Lampung membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perizinan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Pariwisata, serta instansi terkait lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian.
Tim ini bertujuan untuk memperoleh keterangan langsung dari pihak hotel mengenai insiden tersebut.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan dari hasil tinjaun, pihak Swiss-Belhotel telah berupaya semaksimal mungkin sejak kejadian berlangsung hingga proses pemakaman korban.
“Menurut pihak hotel mereka akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan sebagai sebuah musibah,” ujarnya
Meski demikian, tim pemerintah memberikan sejumlah catatan penting guna meningkatkan standar keamanan di hotel tersebut, antara lain.
“Yang menjadi catatan, kami mengimbau kepada pihak hotel untuk melakukan pemasangan pagar pembatas. Karena dibutuhkan pembatas fisik yang jelas antara kolam kecil dan kolam besar karena jaraknya cukup dekat,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta pihak hotel untuk meningkatan pengawasan terhadap pengunjung atau penguni hotel yang hendak berenang di kolam, terutama anak-anak.
Walaupun sudah tersedia CCTV, pihak hotel diminta menempatkan staf khusus yang memantau dan mengontrol area kolam secara langsung.
Selain tanda peringatan kedalaman dan imbauan bagi orang tua, staf hotel diminta aktif memberikan informasi kepada tamu yang membawa anak-anak.
Pihak hotel diminta segera melengkapi dokumen perizinan yang masih kurang dari sisi administratif.
Wilson Faisol menyebut saat ini kasus masih dalam tahap evaluasi.
“Proses penyelidikan lebih lanjut terkait insiden merupakan wewenang pihak Polres Bandar Lampung,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap langkah-langkah ini dapat mencegah terulangnya insiden serupa dan memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat saat berkunjung ke fasilitas umum seperti hotel. (Septi)
