38 Kasus Kebakaran Lahan di Bandar Lampung Hingga 31 Agustus 2026
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Kebakaran lahan di Kota Bandar Lampung mengalami peningkatan kewaspadaan sepanjang musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) mencatat sebanyak 38 kejadian kebakaran lahan sepanjang 1 hingga 31 Agustus 2026, dengan total luas lahan terbakar mencapai 88.982 meter persegi.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan, seluruh kejadian tersebut telah ditangani petugas pemadam kebakaran.
“Selama Agustus 2026 tercatat sebanyak 38 kejadian kebakaran lahan,” kata Anthoni, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, dalam menangani puluhan kejadian tersebut, petugas Damkarmat melakukan 67 kali pengerahan mobil pemadam dan 83 armada tanki.
Berdasarkan data Damkarmat, kebakaran lahan tersebar di sejumlah kecamatan. Frekuensi tertinggi terjadi di Teluk Betung Selatan (TBS) dengan tujuh kejadian, disusul Kemiling sebanyak enam kejadian.
Sementara itu, Sukabumi, Sukarame, dan Teluk Betung Barat masing-masing mencatat tiga kejadian kebakaran lahan.
Adapun sejumlah wilayah lainnya seperti Rajabasa, Teluk Betung Utara, Way Halim dan beberapa kecamatan lain tercatat mengalami satu hingga dua kejadian.
Sedangkan Kedaton, Tanjung Karang Pusat dan Tanjung Senang tidak mencatatkan kejadian kebakaran lahan selama periode tersebut.
Anthoni mengatakan, kondisi lahan yang kering selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dapat membuat api lebih cepat menjalar dan meluas.
Menurutnya, terdapat sejumlah hari dengan luas lahan terbakar maupun pengerahan armada yang cukup besar.
Pada 22 Agustus 2026, misalnya, kebakaran lahan tercatat mencapai sekitar 10.006 meter persegi di wilayah Tanjung Karang Timur dan Way Halim. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan tiga unit pemadam/tanki.
Kemudian pada 25 Agustus 2026, tercatat tiga kejadian kebakaran lahan yang terjadi di Kemiling, Langkapura dan Sukarame.
Total luas lahan yang terbakar pada hari tersebut mencapai 30.310 meter persegi, sekaligus menjadi luas kebakaran terbesar dalam satu hari selama Agustus.
Untuk menangani kejadian tersebut, petugas mengerahkan sembilan mobil pemadam dan tujuh armada tanki.
Kebakaran lahan kembali terjadi pada 28 Agustus 2026 dengan total luas area terdampak mencapai 10.190 meter persegi di wilayah Panjang, Rajabasa dan Teluk Betung Selatan.
Sementara itu, aktivitas penanganan paling intensif terjadi pada 30 Agustus 2026. Pada hari tersebut terdapat empat kejadian kebakaran lahan, yakni tiga kejadian di Teluk Betung Selatan dan satu kejadian di Kemiling.
Total luas lahan yang terbakar mencapai 27.050 meter persegi.
“Pada 30 Agustus, kami melakukan penanganan terhadap empat kejadian kebakaran lahan dengan luas total sekitar 27.050 meter persegi,” ujar Anthoni.
Untuk memadamkan api, Damkarmat mengerahkan 11 mobil pemadam dan 20 armada tanki, menjadi pengerahan armada terbanyak dalam satu hari sepanjang Agustus 2026.
Anthoni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika cuaca panas dan kondisi lahan kering.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan mudah merambat ke area lainnya.
“Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah meluas dan dapat membahayakan lingkungan maupun permukiman warga,” katanya. (Septi)