BPBD Bandar Lampung Distribusikan Air Bersih di Lima Kecamatan Akibat Kekeringan

0
IMG-20260821-WA0103
Bagikan :

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Krisis air bersih akibat kekeringan mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kota Bandar Lampung setiap hari mengerahkan belasan mobil tangki guna menyalurkan air bersih ke kawasan terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra mengatakan distribusi air bersih hingga kini telah menjangkau lima kecamatan.

Kelima wilayah tersebut yakni Kecamatan Panjang, Sukabumi, Tanjungkarang Pusat, Rajabasa, dan Telukbetung Timur.

“Setiap hari kami maksimalkan 12 sampai 15 mobil tangki, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter,” kata Idham, Jumat (21/8/2026).

Dari sejumlah wilayah tersebut, Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Panjang, menjadi kawasan yang paling sering membutuhkan pasokan air bersih.

Idham mengatakan BPBD terus menyesuaikan pendistribusian dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Petugas juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih warga tetap terpenuhi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam menghadapi dampak kekeringan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi kekeringan akibat fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.

Meski distribusi dilakukan setiap hari, Idham menyebut belum ada hambatan berarti dalam penyaluran air bersih.

Warga dinilai cukup tanggap dengan menyiapkan wadah maupun tempat penampungan air secara swadaya.

“Alhamdulillah, untuk pendistribusian sejauh ini tidak ada kendala berarti. Masyarakat juga sudah menyiapkan tempat penampungan air,” ujarnya.

Selain penanganan darurat melalui distribusi air menggunakan mobil tangki, BPBD juga menyiapkan langkah jangka panjang.

BPBD berencana berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan lokasi yang dinilai membutuhkan pembangunan sumur bor baru.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kelurahan Pidada dan Kelurahan Way Laga.

Pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi masyarakat yang selama ini rentan mengalami krisis air bersih.

“Untuk solusi jangka panjang, kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menentukan titik-titik sumur bor, terutama di wilayah yang rentan,” kata Idham. (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *