Ivestor Meningkat, Realisasi Investasi Bandar Lampung Triwulan I Tahun 2026 Tembus Rp744,6 Miliar

0
IMG-20260511-WA0036
Bagikan :

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Realisasi investasi di Kota Bandar Lampung pada triwulan I tahun 2026 menembus Rp744,6 miliar, menegaskan meningkatnya minat investor baik dari dalam negeri maupun asing.

Capaian tersebut menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp530,4 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp214,2 miliar.

Dalam hal itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Febriana mengatakan, angka tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Bandar Lampung masih cukup tinggi.

“Pertumbuhan investasi ini menjadi indikator positif bahwa Bandar Lampung masih menjadi daerah tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun asing,” ujarnya,

Lanjutnya ia menjelaskan, investasi di Bandar Lampung masih didominasi sektor tersier atau jasa yang mencapai 70,39 persen. Kemudian sektor sekunder sebesar 28,24 persen dan sektor primer 1,37 persen.

Menurutnya, dominasi sektor jasa menunjukkan aktivitas ekonomi perkotaan di Bandar Lampung terus berkembang, terutama di bidang perdagangan, jasa, transportasi, hingga perhotelan.

“Karakteristik Bandar Lampung sebagai kota jasa dan perdagangan membuat sektor tersier masih menjadi penyumbang investasi terbesar,” katanya.

Berdasarkan data DPMPTSP, subsektor transportasi, pergudangan dan komunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp159,1 miliar.

Disusul hotel dan restoran Rp154,8 miliar, jasa lainnya Rp140,6 miliar, industri kayu Rp111,1 miliar, serta industri makanan Rp92,1 miliar.

Kemudian, Febriana menyebut tingginya investasi di sektor transportasi dan perhotelan menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Bandar Lampung.

“Ini menandakan geliat usaha di Bandar Lampung terus tumbuh, apalagi kota ini menjadi pintu gerbang Sumatra,” jelasnya.

Untuk investasi asing, Singapura menjadi negara dengan kontribusi PMA terbesar di Bandar Lampung dengan nilai mencapai Rp195,3 miliar. Kemudian India Rp11,1 miliar, Malaysia Rp4,7 miliar, Jepang Rp781 juta, dan Spanyol Rp581 juta.

Febriana menilai dominasi investasi asal Singapura tidak lepas dari kuatnya hubungan bisnis dan sektor jasa yang berkembang di Bandar Lampung.

Ia berharap realisasi investasi di Bandar Lampung terus meningkat hingga akhir 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan perizinan yang cepat dan mudah agar investor semakin nyaman berinvestasi di Bandar Lampung,” tandasnya. (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *