Jelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian Bandarlampung Vaksin 210 Ekor Hewan Ternak
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Sebagai langkah upaya proteksi dini menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung memvaksin 210 ekor hewan ternak.
Vaksinasi hewan ternak di sejumlah kecamatan di Bandar Lampung terus digencarkan untuk menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hingga Maret 2026, sebanyak 210 ekor ternak tercatat telah divaksinasi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya proteksi dini, mengingat mobilitas hewan ternak diprediksi akan meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang.
Dalam hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 500 dosis vaksin untuk periode pertama dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung.
”Untuk pelaksanaan vaksinasi sepanjang Januari hingga Maret, total sudah mencapai 210 ekor,” ujar Dedeh Ernawati,
Adapun rincian capaian vaksinasi di beberapa kecamatan meliputi, Kecamatan Tanjung Senang (80 ekor), Kecamatan Way Halim (60 ekor), Kecamatan Kedamaian (60 ekor)
Kecamatan Kemiling (10 ekor).
Dedeh menegaskan, meski target awal telah berjalan, pelaksanaan vaksinasi PMK akan tetap dilanjutkan secara konsisten guna memastikan seluruh hewan ternak di Bandar Lampung memiliki kekebalan yang cukup.
Guna menjaga status Bandar Lampung yang hingga saat ini masih nihil temuan kasus PMK, sambung Dedeh, Dinas Pertanian telah menyiapkan delapan langkah strategis.
Menurut Dedeh, alokasi vaksin diprioritaskan pada wilayah potensi ternak seperti Kemiling, Rajabasa, Teluk Betung Barat, Sukarame, Tanjung Senang, dan Sukabumi.
Untuk antisipasi pencegahan PMK pada hewan Kurban, sambung Dedeh, pihaknya telah melakukan memperketat pengawasan lalu lintas ternak di wilayah kota dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota sekitar serta provinsi.
Kemudian, menerjunkan dokter hewan untuk melakukan sosialisasi agar peternak mengenali gejala PMK dan segera melapor.
Lalu, memastikan daging berasal dari tempat pemotongan yang diawasi dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Serta, mengidentifikasi kembali sentra-sentra ternak untuk mempercepat sebaran vaksinasi.
“Kami juga meminta pelaku usaha atau belantik meminta pelaku usaha atau belantik hanya menjual ternak yang benar benar sehat,”jelas Dedeh.
Lebih lanjut Dedeh, Dinas Pertanian Bandar Lampung telah melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada peternak sapi, kambing, maupun domba.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar memastikan daging yang dikonsumsi dalam kondisi baik, tidak berbau, dan dimasak hingga matang sempurna,” pungkasnya.
Kemudian hingga saat ini , Dinas Pertanian memastikan belum ditemukan adanya hewan yang terjangkit PMK di wilayah Kota Bandar Lampung. (Septi)
