IJP Luncurkan Koran & Buku Satu Tahun Mirza–Jihan, Tegaskan Tetap Kritis dan Profesional

0

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung resmi meluncurkan Koran Edisi Khusus dan Buku “Satu Tahun Kepemimpinan Mirza–Jihan” di halaman Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/3/2026).

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Ketua IJP, Abung Mamasa, menegaskan bahwa penerbitan koran dan buku tersebut menjadi penanda perjalanan satu tahun kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

“Ini bukan hanya acara simbolis. Ini bagian dari merawat ingatan publik. Masyarakat punya hak untuk tahu apa saja yang telah dikerjakan gubernur dan wakil gubernur selama satu tahun,” ujar Abung.

Menurutnya, tahun pertama Mirza–Jihan merupakan fase peletakan fondasi pembangunan. Meski masih tahap awal, arah kebijakan sudah mulai terlihat jelas.

IJP mencatat sejumlah fokus utama, mulai dari penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas jalan dan jembatan, hingga dorongan reformasi birokrasi yang lebih transparan serta investasi pada pembangunan sumber daya manusia.

Abung menekankan, seluruh isi koran dan buku disusun dengan prinsip objektivitas dan profesionalitas jurnalistik.

Ia memastikan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung tidak akan menggerus daya kritis pers.

“Silakan mengkritisi, tapi jangan nyinyir. Pers bukan hanya menggambarkan, tapi juga merawat akal sehat publik,” tegasnya.

Evaluasi dan Arah Pembangunan ke Depan

Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik peluncuran tersebut.

Ia menilai kegiatan itu menjadi ruang refleksi atas kerja satu tahun sekaligus pengingat untuk langkah ke depan.

“Benar kata Abung, masyarakat punya hak untuk tahu apa saja yang sudah kami lakukan bagi Provinsi Lampung,” kata Mirza.

Ia mengakui, amanah sebagai gubernur bukanlah tugas ringan. Namun, tanggung jawab itu menjadi komitmen untuk menata pembangunan Lampung secara bertahap.

Dalam satu tahun terakhir, Pemprov Lampung memprioritaskan peningkatan kemantapan jalan provinsi guna memperlancar mobilitas masyarakat.

Bahkan, Mirza menargetkan pada 2028–2029 tingkat kemantapan jalan bisa mencapai 90 persen.

Tak hanya itu, ia juga menggagas perubahan spesifikasi pembangunan jalan dari aspal menjadi rigid beton yang dinilai lebih tahan lama dan efisien dalam jangka panjang. Kebijakan ini menjadi salah satu alasan diajukannya skema pinjaman daerah untuk percepatan perbaikan infrastruktur.

“Saya ingin suatu saat masyarakat bangga dengan jalan-jalan yang ada di Lampung,” ujarnya optimistis.

Peluncuran Koran dan Buku Satu Tahun Mirza–Jihan menjadi cermin sinergi antara pemerintah dan insan pers di Lampung. Di satu sisi, pemerintah membuka ruang evaluasi. Di sisi lain, IJP memastikan fungsi kontrol sosial tetap berjalan — kritis, tajam, namun tetap profesional.(Ijp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *