Pendapatan Capai Rp 2,47 Triliun, Pemkot Bandar Lampung Catat Surplus APBD 2024
Wakil Wali Kota Deddy Amarullah saat memaparkan kinerja keuangan Pemkot Bandar Lampung tahun anggaran 2024 yang berujung surplus.Foto/Septi
INISIATORNEWS, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp 2,47 triliun hingga akhir tahun anggaran 2024, atau setara dengan 83,76 persen dari target yang telah ditetapkan.
Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna pembahasan evaluasi Raperda dan Raperwal Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, yang digelar pada Senin (11/8/2025).
Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amarullah, menyampaikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu komponen penting dalam capaian tersebut.
“PAD dianggarkan sebesar Rp 1,08 triliun lebih, dan terealisasi Rp 716,58 miliar atau sekitar 66,16 persen,” ujarnya.
PAD tersebut mencakup pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan sah.
Sementara itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat berhasil terealisasi sebesar Rp 1,59 triliun dari target Rp 1,61 triliun atau sekitar 98,77 persen. Sedangkan pendapatan transfer antar daerah baru mencapai 62,69 persen atau Rp 155,62 miliar dari anggaran Rp 248,22 miliar.
Belanja dan Pembiayaan
Di sisi belanja, Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,93 triliun dengan realisasi mencapai Rp 2,43 triliun atau 82,80 persen.
Rinciannya:
- Belanja Operasi: Dianggarkan Rp 2,46 triliun, terealisasi Rp 2,06 triliun (83,52%).
- Belanja Modal: Dianggarkan Rp 447,48 miliar, terealisasi Rp 353,59 miliar (79,02%).
- Belanja Tak Terduga: Dianggarkan Rp 19,66 miliar, terealisasi Rp 15,44 miliar (78,56%).
Dari total pendapatan dan belanja tersebut, Pemkot mencatat surplus sebesar Rp 39,5 miliar.
Namun, pada sisi pembiayaan, penerimaan hanya terealisasi Rp 17,89 miliar dari anggaran Rp 27,89 miliar atau 64,15 persen. Sementara pengeluaran pembiayaan mencapai Rp 38,58 miliar dari target Rp 41,50 miliar (92,96%).
Dengan demikian, pembiayaan netto mengalami defisit sebesar Rp 20,68 miliar. Meski begitu, defisit tersebut masih dapat ditutupi oleh surplus yang dihasilkan, sehingga menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 18,81 miliar.
SiLPA ini akan menjadi modal awal bagi Pemkot Bandar Lampung untuk melanjutkan program pembangunan di tahun anggaran 2025.(Septi)
