Prilaku Cabul Pejabat Tuba ‘Issue’ Kebenaran Siap untuk Dibuktikan

0
IMG-20250609-WA0129
Bagikan :

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Korban dugaan prilaku Cabul oknum Pejabat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang (Tuba), masih terus lanjut memperjuangkan keadilan mengungkap kebenaran menyangkut harga diri dan masa depan keluarga besarnya.

Bersama Erika Sani, SH, MH, CM, selaku Penasehat Hukum (PH) inisial AAN, Senin (09/06/2025), mengadakan Jumpa Pers (Press Conference) di Cafe Kopi XX Sam Ratulangi Kedaton, menyikapi respon pemberitaan ‘ISSUE’ terkait perbuatan ‘CABUL’ yang diduga prilaku oknum Pejabat Pemkab Tuba.

“Pengakuan issue, silahkan saja karena itu hak yang bersangkutan untuk menjawab, tapi secara tidak langsung sebenarnya yang bersangkutan mengakui adanya permasalahan menyangkut perbuatannya terhadap klien saya,” ujar Erika Sani saat mendampingi AAN kliennya.

Namun, lanjut PH ini, pihaknya akan terus bersuara serta melayangkan surat ke pihak terkait guna mendapatkan kepastian atas apa yang telah diderita kliennya.

“Kami berencana akan melayangkan surat ke pemerintah terkait karena yang bersangkutan itukan ASN dan menjadi pejabat publik. Langkah ini kami ambil karena sebelumnya kami sudah mencoba 3 (tiga) kali melayangkan somasi tidak ditanggapi sama sekali,” terangnya seraya mengatakan jika layangan surat akan dikirimkan ke Pemerintah Provinsi dan Pusat (Kemendagri-red).

Ditanya soal dugaan tindak pidana Perbuatan Cabul Pejabat yang dimaksud, PH ini masih memberikan ruang mediasi dan sedang mengumpulkan alat bukti kuat serta saksi hingga adanya intimidasi yang mengetahui jalinan asmara bujuk rayu dan intimidasi (tekanan-red) hingga korban kehilangan harga diri, harta dan akhirnya dicampakkan.

“Kami masih membuka ruang untuk tabbayun, tapi kalau memang tidak digubris juga, maka kami sudah siap dan sedang melengkapi berkas untuk naik menjadi perkara,” tutup PH dari LBH Pro Justise ini.

Tanggapan Pejabat Tuba (Dialek Lampung-red) dan Jawaban Korban sebelumnya, Ketika ditemui Kru AWPI di ruang kerjanya setelah sebelumnya berulang kali untuk dimintai klarifikasi enggan menjumpai, Senin (02/06/2025), mengatakan jika berita yang berkembang diruang publik tersebut, merupakan masalah atau permasalahan (issue) biasa.

“Iya saya sedang diluar dan sedang ada kunjungan jendral kunto komandan gabungan anaknya Tri sutrisno di kodim dan tidak mengang HP dan memang ada yang menghubungi tapi tidak kenal kerok donk,” timpalnya.

Pejabat ini juga tidak menginginkan untuk menanggapinya karena menurutnya hanya sekedar masalah biasa (Issue – red).

“Saya tidak bisa menanggapi karena itukan issue, bukan tidak mau bicara. Kan ada aturan main, nanti panjang masalahnya dan saya siap,” timpalnya.

Pejabat ini juga mengatakan jika terkait jabatan yang diembannya saat ini sifatnya hanya sementara.

Tanggapan issue yang dilontarkan Pejabat Tuba, tidak membuat korban diam dan menyatakan jika terkait fakta kejadian dan saksi serta alat bukti yang dimiliki tidak akan membuatnya bungkam untuk terus menyuarakan kebenaran.

“Silahkan dia bilang yang saya alami itu issue, tapi kebenaran ini tidak akan bisa diam karena menyangkut diri saya atas perbuatan dia,” cetus AAN.

Korban ini juga mengingatkan, jika yang bersangkutan tidak mungkin melupakan semua yang pernah dilakukan terhadap dirinya.

“Dia tidak akan lupa dengan apa yang telah diperbuat terhadap saya. Banyak juga saksi yang memperkuat perbuatannya,” tandanya.

Sekedar diketahui, dugaan perbuatan Cabul yang dilakukan oknum Pejabat Publik ini, bukan saja terjadi pada gadis perawan yang dicampakkan hingga dalam perlindungan Komnas Perempuan dan Pengawasan, pendampingan spikiater, namun dugaan Cabul diperkuat pula terjadi pada bawahannya yang telah memiliki suami di lingkungan Pemkab Tuba. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *