Pimpin Apel Perdana, Wali Kota Eva Dwiana Soroti Adanya Oknum ASN Kurang Jaga Kedisiplinan
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Hari pertama kerja usai cuti bersama, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Gedung Satu Atap, Senin (30/3/2026).
Apel tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Deddy Amarullah, Sekda Iwan Gunawan, serta seluruh jajaran kepala OPD hingga Lurah ini, menjadi momentum evaluasi sekaligus pemantapan program strategis kota bandarlampung.
Pada apel tersebut, Eva Dwiana menyoroti masih adanya oknum ASN yang kurang menjaga kedisiplinan. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota telah memprioritaskan pemenuhan hak dan kesejahteraan pegawai secara maksimal.
“ASN kita prioritaskan kesejahteraannya. Apa yang mereka butuhkan sudah kita upayakan. Sekarang, saatnya mereka menjalankan tugas dan kewajiban. Pemerintah sudah beri yang terbaik, ASN juga harus bergerak untuk perbaikan daerah,” tegasnya.
Untuk memastikan roda pemerintahan tidak kendur setelah libur panjang, Bunda Eva mengumumkan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Sekda dan para Asisten tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Sidak ini tidak hanya menyasar kantor di komplek Pemkot, tetapi hingga ke ujung tombak pelayanan publik di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Nanti dadak-dadakan saja, Bunda ingin lihat langsung kondisinya seperti apa. Kita ingin semua beres,” katanya.
Dalam pidatonya, Eva Dwiana juga memaparkan keberhasilan program sepanjang 2025, mulai dari perbaikan jalan lingkungan hingga penguatan sistem drainase untuk meminimalisir banjir. Ia menekankan bahwa layanan kesehatan gratis di RSUD A. Dadi Tjokrodipo dan program pendidikan bina lingkungan harus semakin mudah diakses masyarakat.
Ia juga optimis, jika seluruh elemen ASN bergerak serentak, Bandar Lampung akan mengalami lonjakan kemajuan yang signifikan.
“Kalau semuanya bergerak, yakinlah Bandar Lampung yang sekarang sudah bagus akan jadi jauh lebih baik lagi. Insyaallah tahun 2026 dan 2027 secara bertahap semuanya harus sudah rapi,” tandasnya dengan nada optimis. (Septi)
