Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkot Bandarlampung Tawarkan Pinjaman UMKM Bunga Nol Persen

0
IMG-20260401-WA0066
Bagikan :

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Sebagai upaya memperkuat pondasi ekonomi lokal, Pemkot Bandar Lampung menawarkan Pinjaman UMKM Siger yang memungkinkan pelaku usaha mengakses modal usaha berbunga nol persen.

Dengan program tersebut, Seluruh beban bunga ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, sehingga pelaku usaha hanya perlu mengembalikan pokok pinjaman.

Dalam hal itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk mendukung program ini.

“Program ini menyediakan plafon pinjaman hingga Rp50 juta dengan tenor maksimal tiga tahun,” ujarnya

Lanjutnya, Hingga saat ini, realisasi program menunjukkan progres positif yang dimana Sebanyak 51 pelaku usaha telah berhasil mencairkan pinjaman modal tersebut.

Riana menegaskan, pihaknya tidak menetapkan target jumlah penerima secara kaku.

Namun, pemerintah berupaya menjangkau sebanyak mungkin pelaku UMKM, selama memenuhi persyaratan perbankan.

“Ini merupakan pinjaman yang disalurkan melalui bank, sehingga tetap mengikuti regulasi yang berlaku, termasuk verifikasi riwayat kredit atau BI Checking,” jelasnya.

Adapun syarat utama untuk mengakses program ini meliputi domisili di Bandar Lampung yang dibuktikan dengan KTP dan KK, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta usaha telah berjalan minimal satu tahun.

Selain itu, untuk usia pelaku usaha maksimal 65 tahun dan untuk jenis usaha, program ini terbuka bagi seluruh sektor usaha mikro dan kecil.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot bekerja sama dengan Bank Waway sebagai lembaga penyalur resmi.

Proses pengajuan dilakukan melalui dinas terkait, kemudian diverifikasi oleh pihak bank untuk menentukan kelayakan dan besaran pinjaman.

Dengan adanya program pinjaman tanpa bunga ini, diharapkan pelaku UMKM di Bandar Lampung dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas skala bisnis, serta mendorong kesejahteraan ekonomi keluarga. (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *