Dapur SPPG Way Kandis Diduga Buang Limbah Sembarangan, Warga Keluhkan Bau Menyengat
INISIATORNEWS, BANDAR LAMPUNG – Warga di RT 06, Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, mengeluhkan dugaan pembuangan limbah dapur SPPG yang berlokasi di Jalan M Yunus Ujung. Limbah tersebut disebut menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.Sabtu,(28/3/26)
Keluhan warga mencuat setelah bau tidak sedap tercium kuat, bahkan pada momen Hari Raya Idulfitri usai pelaksanaan salat Ied.
Salah satu warga, Andre, mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu, terlebih terjadi di hari besar keagamaan.
“Kami kemarin selesai salat Ied itu baunya busuk banget. Itu hari raya Idulfitri, seharusnya walaupun bagaimana, hargai warga. Tapi tetap buang limbah seperti itu,” paparnya.
Andre menyebut, persoalan ini bukan baru terjadi, melainkan telah berlangsung selama beberapa bulan. Namun hingga kini, warga mengaku belum mengetahui ke mana harus melaporkan kondisi tersebut.
“Sudah cukup lama, beberapa bulan. Mungkin warga di sini tidak tahu harus lapor ke mana, jadi selama ini didiamkan saja. Kami berharap gubernur maupun walikota atau pengawas internal Mbg terkait bisa mendengar keluhan masyarakat seperti kami,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, limbah cair diduga dibuang ke saluran yang mengarah ke aliran kali tanpa melalui pengolahan yang memadai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan warga.
Saat dikonfirmasi, seorang oknum petugas dapur mengakui bahwa cairan tersebut merupakan limbah. Namun, ia menyebut limbah langsung disiram air agar mengalir ke saluran.
“Iyah mas limbah, tapi udahnya kami langsung siram kan airnya ngalir ke kali,” ujarnya.
Menanggapi bau yang ditimbulkan, petugas tersebut menyatakan bahwa bau akan hilang setelah disiram air bersih.
“Nanti jika sudah saya siram air bersih dia hilang baunya mas,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG di lokasi tersebut maupun instansi terkait mengenai dugaan pengelolaan limbah tersebut.
Warga berharap adanya peninjauan langsung dari pihak berwenang guna memastikan sistem pengelolaan limbah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tidak mencemari lingkungan serta mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar.(Yan)
