Lurah Gunung Sulah Bantah Jalin Asmara dengan Bidan Posyandu
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Isu dugaan hubungan asmara yang menyeret Lurah Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Sofyan Ilyas (SI), dengan oknum bidan Posyandu berinisial HS, dibantah.
Sofyan menyebut foto yang beredar dan diklaim memperlihatkan keduanya bersama di dalam mobil merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Dalam hal itu Sofyan ilyas (SI) menegaskan komunikasi dengan HS selama ini berkaitan dengan pekerjaan, mengingat yang bersangkutan merupakan bidan Posyandu yang bertugas di wilayah Gunung Sulah.
“Saya luruskan, seolah-olah ada hal yang menjurus pribadi. Itu tidak benar. Kalau masalah pernah jalan bareng naik mobil, itu tidak pernah,” katanya, saat ditemui, Rabu (12/8/2026) .
Ia juga membantah adanya percakapan WhatsApp yang mengarah pada hubungan asusila. Menurutnya, seluruh komunikasi yang dilakukan dengan HS berkaitan dengan kepentingan pekerjaan.
YS mengaku persoalan tersebut telah disampaikan kepada Inspektorat.
Ia juga menyatakan siap memberikan penjelasan mengenai komunikasi yang dipersoalkan agar persoalan tersebut dapat dilihat secara utuh.
“Dengan Inspektorat sudah saya sampaikan semuanya. Sudah melihat chat juga, tidak ada yang mengarah asusila,” ujarnya.
Terkait foto yang beredar dan disebut menunjukkan dirinya bersama HS di dalam kendaraan atau sedang makan bersama, dia juga kembali membantahnya. Ia menyebut foto tersebut bukan kejadian yang pernah dilakukannya bersama HS dan menduga gambar tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
“Itu saya bingung, ada gambar makan semobil. Itu saya pastikan AI, karena saya tidak pernah melakukan itu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, salah satu foto yang beredar sebenarnya berkaitan dengan komunikasi ketika HS menanyakan keberadaannya.
Menurutnya, terdapat bukti percakapan WhatsApp yang dapat menjelaskan konteks foto tersebut.
“Foto itu dia meminta, menanyakan saya di mana. Ada bukti chat-nya,” jelasnya.
Ia mengaku terkejut dengan munculnya pemberitaan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, YS memilih untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik dan menyerahkan proses klarifikasi kepada pihak yang berwenang.
“Pada prinsipnya saya syok. Saya ingin masalah berita itu diselesaikan dengan baik dulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, dugaan kedekatan khusus yang menyeret nama Lurah Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, berinisial SI, dengan seorang oknum bidan Posyandu berinisial HS menjadi sorotan.
Persoalan tersebut mencuat setelah suami HS mengaku menemukan sejumlah percakapan WhatsApp antara istrinya dengan SI yang menurutnya bernuansa pribadi dan tidak berkaitan dengan urusan pekerjaan.
Suami HS menyebut percakapan itu di antaranya membahas pertemuan, makan siang bersama, saling mengirim foto hingga dugaan bepergian menggunakan satu kendaraan.
Temuan tersebut membuat suami HS kecewa dan mempertanyakan hubungan antara istrinya dengan SI.
“Suami mana yang tidak marah dan kecewa,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, persoalan tersebut telah berdampak serius terhadap rumah tangganya.
Ia bahkan mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum dan proses perceraian melalui Pengadilan Agama.
Persoalan semakin menjadi perhatian setelah suami HS menyebut SI mengakui adanya kedekatan dan menyatakan dirinya salah serta khilaf.
Meski demikian, seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi. Tidak boleh ada pihak yang langsung dinyatakan bersalah hanya berdasarkan tudingan.
Namun, justru karena SI merupakan seorang pejabat publik, Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak boleh mengabaikan persoalan ini.
Sementara itu, Inspektorat kota Bandar Lampung belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut. (Septi)