Persetujuan SMA Siger Masih Tertahan, Eva Dwiana: Ini Milik Pemkot Bandar Lampung Bukan Milik Pribadi
INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Rencana Pemerintah Kota Bandar Lampung membuka SMA Siger sebagai solusi bagi lulusan SMP yang tidak memperoleh bangku sekolah masih tertahan. Hingga kini, operasional sekolah tersebut belum dapat berjalan lantaran masih menunggu persetujuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
Dalam hal itu Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan saat ini seluruh persyaratan pendirian sekolah tersebut pada dasarnya telah terpenuhi, kecuali satu syarat yang masih menunggu persetujuan dari pemerintah provinsi.
Menurutnya, kendala yang masih menjadi perhatian adalah terkait status gedung dan proses hibah yang harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Sebetulnya dari sekitar 30 persyaratan, tinggal satu yang belum, yakni persetujuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Karena mereka menilai kami belum memiliki gedung, padahal gedungnya ada, hanya saja masih dalam proses hibah,” ujarnya.
Lanjutnya Ia menjelaskan, proses hibah tersebut harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku.
Untuk sementara waktu, naungan yayasan yang mengelola SMA Siger menggunakan Yayasan Korpri sebelum nantinya berdiri secara mandiri sebagai Yayasan Siger.
Eva menegaskan SMA Siger bukan milik pribadi, melainkan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Ini bukan milik Bunda Eva, ini milik Pemerintah Kota Bandar Lampung. Bentuk kepedulian pemerintah kota karena banyak anak-anak yang ingin masuk SMA tetapi tidak tertampung di sekolah negeri. Sementara ke sekolah swasta mereka terkendala biaya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran SMA Siger ditujukan untuk mengakomodasi siswa yang telah mengikuti proses seleksi namun belum memperoleh sekolah tujuan.
Pemkot Bandar Lampung, kata Eva, berkomitmen tetap memberikan layanan pendidikan hingga para siswa dapat menyelesaikan masa belajar dan memperoleh ijazah.
Meski demikian, operasional penuh SMA Siger masih menunggu lampu hijau dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
Saat ditanya mengenai target penyelesaian seluruh proses administrasi, Eva menyebut secara substansi seluruh persyaratan sudah siap, namun proses hibah membutuhkan waktu karena harus mengikuti regulasi yang berlaku.
“Kalau sekolahnya sudah ada, sudah kami siapkan. Memang yang masih berproses adalah administrasi hibah sesuai aturan,” katanya.
Ke depan, yayasan yang akan menaungi SMA Siger direncanakan berdiri secara mandiri.
Pemkot juga berencana melibatkan para guru dan kepala sekolah yang telah purnatugas untuk mengelola yayasan tersebut.
“Nanti yayasannya akan berdiri sendiri. Kami akan mencari tenaga dari guru maupun kepala sekolah yang sudah pensiun dan berpengalaman untuk menangani yayasan ini,” ujar Eva.
Sebelumnya, rencana pendirian SMA Siger menjadi perhatian publik karena digadang-gadang menjadi solusi bagi lulusan SMP di Bandar Lampung yang tidak tertampung dalam sistem penerimaan peserta didik di sekolah negeri maupun terkendala biaya untuk bersekolah di lembaga pendidikan swasta.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung memastikan para siswa yang terdampak telah dipindahkan ke sekolah lain dan tetap dapat melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengatakan para siswa tersebut telah ditempatkan di enam sekolah yang telah ditunjuk oleh pemerintah provinsi.
Menurut Thomas, seluruh siswa yang dipindahkan saat ini masih mengikuti proses ujian kenaikan kelas di sekolah masing-masing dan akan melanjutkan pendidikan ke kelas dua di sekolah baru mereka.
“Untuk tahun ajaran baru mereka sudah berada di sekolah yang baru, di enam sekolah yang telah kita tunjuk, dan anak-anak tetap lanjut ke kelas dua. Saat ini mereka sedang ujian dan proses naik kelas,” kata Thomas.
Ia menjelaskan penentuan sekolah tujuan dilakukan berdasarkan domisili siswa.
Disdikbud Lampung memilih enam sekolah tersebut dengan mempertimbangkan jarak terdekat dari tempat tinggal siswa berdasarkan data yang telah masuk ke dinas.
“Pembagian sekolah disesuaikan dengan domisili yang terdekat. Enam sekolah itu kita pilih berdasarkan database yang masuk dan jaraknya paling dekat dengan siswa,” ujarnya.
Thomas menambahkan, terkait berbagai persoalan administrasi lainnya, Disdikbud Lampung tetap membuka ruang bagi siswa maupun orang tua untuk mengajukan dokumen yang diperlukan.
“Untuk masalah lain yang diserahkan kepada kami akan kami proses sesuai ketentuan. Jika syaratnya terpenuhi, tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Disdikbud Lampung berharap proses perpindahan siswa ke sekolah baru dapat berjalan lancar sehingga kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran mendatang tidak mengalami kendala. (Septi)
