Dinkes Bandarlampung Alokasikan Rp2,79 Miliar untuk Pengadaan Randis 31 Kepala Puskesmas

0

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran Rp2,79 miliar untuk pengadaan kendaraan dinas bagi 31 Kepala Puskesmas, guna mendukung kelancaran koordinasi tanpa menggunakan ambulans dan Puskesmas Keliling.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Muhtadi Arsyad Temenggung. Ia mengatakan, selama ini sejumlah Kepala Puskesmas terpaksa menggunakan ambulans untuk menjalankan tugas-tugas administratif, seperti koordinasi ke kantor kecamatan maupun kedinasan. Hal tersebut dinilai dapat menghambat kualitas pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Dengan adanya kendaraan dinas sendiri, Kapus bisa lebih leluasa berkoordinasi ke Dinas atau Kecamatan tanpa harus mengganggu fungsi ambulans yang seharusnya murni untuk pelayanan medis,” ujar Muhtadi

Lanjutnya, ia menjelashkan bahwa Berbeda dengan pengadaan aset pada umumnya, pemerintah memilih skema sewa (rental) dibandingkan pembelian unit baru. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk efisiensi anggaran di tengah pengetatan belanja daerah.

“Dengan sistem sewa, kita tidak lagi dibebani oleh biaya perawatan rutin maupun perbaikan jika terjadi kerusakan pada unit kendaraan,” tambahnya.

Seluruh biaya pemeliharaan menjadi tanggung jawab vendor penyedia jasa, sementara pemerintah hanya menanggung biaya bahan bakar operasional.

“Kita tidak perlu pusing soal perawatan atau kerusakan karena itu sepenuhnya tanggung jawab vendor. Jadi, secara jangka panjang, ini lebih efisien bagi anggaran daerah,” lanjutnya.

Muhtadi juga mengatakan, meskipun saat ini efisiensi sedang digencarkan namun hal tersebut bukan berarti mengencangkan semua anggaran semua instansi.

“Ini kan tujuannya untuk meningkatkan pelayanan, karena kalau kita lihat, kepala Puskesmas juga perlu untuk mobilitas agar koordinasi berjalan baik dan pelayanan maksimal,” terangnya.

Kemudian, untuk Proses pengadaan saat ini tengah berjalan dan ditargetkan sebanyak 31 unit mobil dinas tersebut sudah dapat dioperasikan secara serentak pada Mei 2026 mendatang.

Muhtadi menegaskan bahwa pengadaan ini merupakan kebutuhan mendesak (urgen). Mengingat peran strategis Kepala Puskesmas sebagai pimpinan wilayah kesehatan, mobilitas yang tinggi di tingkat kelurahan hingga kecamatan memerlukan dukungan sarana yang mumpuni agar kinerja pelayanan publik tetap optimal.

“Kesehatan adalah prioritas utama. Penyiapan sarana pendukung seperti mobil operasional ini sangat penting agar para pimpinan di puskesmas bisa bekerja lebih maksimal dalam memantau wilayah kerja mereka,” pungkasnya. (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *