Antisipasi Banjir, DLH Bandarlampung Rutin Setiap Hari Angkut Sampah di Wilayah Pesisir

0

INISIATORNEWS, BANDARLAMPUNG –
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung terus melakukan upaya dalam penanganan sampah, khususnya di wilayah pesisir seperti Pantai Sukaraja.

Perlu diketahui Tumpukan sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga masih berserakan di sepanjang bibir pantai, meski beberapa waktu lalu warga, relawan, dan pemerintah daerah sudah bergotong royong membersihkannya.

Dalam hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan banyaknya sampah ini ternyata berasal dari laut. Arus air yang kuat membawa limbah kiriman hingga menumpuk di area pesisir.

Ia menyebut pihaknya petugas DLH bersama UPT turun ke lapangan untuk melakukan pengangkutan dan pemantauan setiap harinya.

“DLH tetap melakukan pengangkutan rutin setiap hari. Kami juga berencana membuat program bersih-bersih massal di pesisir seperti yang sudah dilakukan di kawasan sungai,” katanya, Jumat (7/11/2025).

Menurut Yusnadi, penanganan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Ia menegaskan, kesadaran dan partisipasi masyarakat justru menjadi kunci utama menjaga kebersihan lingkungan.

“Masalah sampah bukan hanya tugas DLH. Tanpa kepedulian masyarakat, masalah ini akan terus ada. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.

DLH mencatat, volume sampah yang diangkut di wilayah Panjang dan Sukaraja mencapai 50–70 ton per hari. Sementara itu, total sampah yang diangkut dari seluruh wilayah Kota Bandar Lampung mencapai sekitar 700 ton per hari.

“Di tengah cuaca yang tak menentu, penting menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi bencana banjir,” bebernya.

Sebagai langkah lanjutan, DLH terus mengimbau warga agar mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Langkah sederhana ini diharapkan bisa memudahkan pengelolaan sampah dan mengurangi volume yang menumpuk di TPA.

“Kalau masyarakat bisa memilah sampah sebelum dibuang, pengelolaannya akan jauh lebih mudah dan efisien,” tutur Yusnadi. (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *