Bulan Ramadan, Pemkot dan Kepolisian Akan Cek Penimbunan Bahan Pangan
INISIATORNEWS, BANDAR LAMPUNG – Pada saat bulan Ramadhan nanti, Pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung, bekerjasama dengan pihak kepolisian akan cek kelapangan untuk mencegah adanya penimbunan bahan pangan saat Ramadhan 2023, Jumat (17/03).
Koordinator Satgas Pangan kota Bandar Lampung, Kadek Sumarta mengatakan, kota Bandar Lampung mengalami surplus bahan pokok, hal ini juga berdasarkan rilis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kemarin.
Meski dengan surplusnya bahan pokok, namun saat Ramadhan apalagi mendekati hari idhul fitri pihaknya berjasama dengan pihak kepolisian untuk mencegah adanya penimbunan, guna mencari keuntungan yang lebih besar.
“Kita bekerja sama dengan kepolisian lebih aktif memantau jalur distribusi untuk menghindari adanya penimbunan atau ulah spekulan yang akan mempermainkan harga,” ujar Kadek, saat ditemui di ruang kerjanya.
Lanjutnya, pihaknya juga akan memastikan distribusi bahan pokok mulai dari beras, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, cabai merah, daging sapi, jagung, cabai rawit, gula pasir, dan kedelai ini aman.
“karena ada kecenderungan di bulan Ramadan, entah itu ulah spekulan atau beberapa komoditas ada gangguan distribusi, yang mengakibatkan bahan pokok seolah-olah langka. Padahal sebetulnya tinggak langka,” katanya.
Kadek juga mengaku, harga suatu barang agar naiknya terlihat wajar, pasti hilang dulu dari pasaran atau distribusinya turun. Jadi seolah-olah naik karena pasokannya terhambat.
“Seperti tahun lalu kan isu nya penimbunan minyak, nah tahun ini belum tahu. Tapi khusus minyak sudah susah 1-2 bulan ini distributor nya gak ngirim, khususnya minyakita, tapi minyak curah lainnya itu banyak stok nya di pasaran,” ungkap kadek.
Kadek menambahkan, dalam waktu dekat satgas pangan yang rencananya langsung dipimpin oleh Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, bakal turun langsung cek keamanan pangan jelang Ramadhan.
Pengecekan ini dilakukan mulai dari pasar tradisional, supermarket, dan distributor.
“Kami lagi buat jadwal berkordinasi dengan BPOM dan Walikota, biasanya h-3 Ramdhan kita cek keamanan pangan,” ucapnya.
Ketika nanti dalam sidak keamanan pangan ditemukan ada bahan yang tidak memiliki izin edar atau kadaluarsa, maka pihaknya akan menghimbau untuk tidak terjadi lagi.
“Tapi kalau untuk sanksi tidak adanya izin edar itu ada BPOM. Sisanya baru kita pengawas dan pembinaan,” tandasnya.(red)
